When my mouth can't speak, my fingers can WRITE

ezy13.tumblr.com

“Aku ingat pertama kali aku melihatmu, aku ingat pertama kali mata kita berjumpa, kau masuk ke dalam hidupku tanpa permisi, berputar bagai gasing di dalam pikiranku. Aku bukan pelari tercepat di dunia, tapi sepasang kaki ini teguh dalam mengejar sesuatu, jadi boleh tidak kau beri kode agar aku mulai mengejarmu? Atau kode-kode itu tersirat dalam kolom chat kita dimana kau sering cerita? Ceritakanlah tentang harimu, berbincanglah sampai salah satu dari kita tertidur, aku tidak akan bosan dengan semua yang kau ketik. Dan mentari di bumiku baru terbit setelah kau menyapaku. Aku tidak mau berdrama, tapi aku tidak bisa mengeluarkanmu dari kepalaku. Aku tergila-gila padamu hingga tidak tau harus berbuat apa. Bukan karena Parasmu, atau apa yang kau punya, tapi karena caramu membuatku merasa baik saja. Andai saja aku bisa memberitahumu, tapi aku terlalu takut kau malah kabur, karena bagimu aku hanyalah seseorang yang ada di dalam zona pertemanan”

—   FRIENDZONE/TEMPAT AKU PULANG (FIERSA BESARI)

“'Pulang', betapa sering aku bertanya-tanya tentang apa arti dari 'pulang'. Ke pelukan Bunda? Ke kampung halaman? Ke rumah kayu di savana dengan pohon Oak besar disampingnya dan gemintang di langitnya? Atau yang hakiki, ke pangkuan Ilahi? Setiap manusia punya definisi 'pulang' nya masing-masing. Mungkin 'pulang' adalah kita bertemu dengan wajah-wajah yang kita rindukan, berjumpa dengan kenangan-kenangan yang selama ini hanya bisa direnungkan. Mungkin 'pulang' adalah saat kita bertemu dengan 'home' bukan 'house', merebah kepala dengan tenang, melepas lelah setelah perjalanan panjang, menemukan damai setelah lama terombang ambing dalam amukan perang batin. Setiap aku memejamkan mata, dan membayangkan ada di sebelahmu, entah mengapa aku merasa pulang, entah mengapa aku merasa sudah ada di rumah.”

—    TEMPAT AKU PULANG/TEMPAT AKU PULANG (FIERSA BESARI)

“aku senang berdialog denganmu. Bukan karena kau punya wawasan seluas Mbah Google, atau kata kata sebijak Mario Dedeh, kau bisa membuatku tertawa. Menikmati deras hujan yang membuat kita membatalkan rencana pun tak mengapa, disebelahmu, menggenggam tanganmu dan merasakan debaran yang sama, sudah lebih dari cukup. Lalu tiba saat itu, ketika kau harus pergi, tanpa kata, tanpa berita, hanya meninggalkan sejumput cerita. hatiku seakan diremas, sakit luar biasa entah kenapa. Aku tenggelam dalam drama yang kuciptakan sendiri. Kalau difilmkan mungkin ini jadi klimaksnya, aku duduk sendirian di bawah hujan, menunggumu yang tidak datang. Tapi ini bukan film, ini nyata, tidak ada credit tittle setelah ini, hidup harus kembali berjalan. kutatap senja sebelum akhirnya langit menggelap, menelan semua cahaya seperti kau menelan kebahagiaanku. Tapi toh matahari akan selalu kembali menyapa bumi, bahagiaku juga pasti akan kembali bersemi dengan atau tanpamu”

—   APRIL/TEMPAT AKU PULANG- @FIERSABESARI

pernah suatu ketika aku mengingat dosaku yang tak terhitung
saat itu pula doaku terpanjat

Ya Allah Bukakan luas pintu maafMu, jauhkan dariku segala maksiat, aku hanya ingin meringankan beban kedua orang tuaku, aku ingin jika suatu saat datang hari penghitungan terhadap orang tuaku, di depan malaikat mereka akan tersenyum dan dengan bangga mereka berkata ” Ya Allah dialah anakku yang shaleh”.

“Ya Khalid, engkau adalah Jenderal dan Panglima yang terbaik. Setiap hari saya mendengar masyarakat, prajurit, semuanya selalu memuji-muji Anda, tidak ada yang menjelekkan. Catat olehmu Khalid, engkau manusia biasa, terlalu banyak orang yang memuji Anda, bukan mustahil akan timbul di dalam hatimu rasa sombong. Sedangkan di dalam ajaran Islam, sombong adalah perbuatan yang keji/buruk. Seberat debu rasa sombong di dalam hati, Neraka Jahannam yang menunggu. Karena itu, maafkan aku wahai Saudaraku, untuk mencegah supaya Anda tidak terjerumus ke dalam Neraka Jahannam apa boleh buat saya pecat anda. Dan supaya engkau tau, jangankan dihadapan Allah swt, baru di hadapan Umar, kau masih belum bisa apa-apa”

—   Umar bin khatab ketika menurunkan Khalid

“Aku tak pernah melihat gunung menangis
Biarpun matahari membakar tubuhnya
Aku tak pernah melihat laut tertawa
Biarpun kesejukkan bersama tariannya”

—   payung teduh

“When you think you’re not happy with your life, always think that someone is happy simply because you exist.”

fuckyeahmahasiswa:

dari isayeverydayissunday
Woman
Salam rindu untukmu mahameru